SMAN 1 BASA AMPEK BALAI

PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT

Selasa, 29 April 2014

Kiat-kiat Memenangkan Debat



Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif terutama di negara-negara yang menggunakan sistem opisi

Debat Bahasa Indonesia
1. Gunakan Bahasa Indonesia Baku dan sesuai dengan EYD
Kita harus menggunakan cara ini karena sudah ketentuan dalam lomba. Kita (khususnya orang jawa) harus lebih behati-hati dalam mengucapkan argumentasi kita. Jangan gunakan bahasa jawa pada saat menyampaikan argument kita walaupun itu keceplosan karena akan mengurangi nilai dalam penilaian. Dan jangan gunakan bahasa Indonesia masa kini, misal kamu diganti dengan lo, tetap menjadi tetep, dll.
2. Gunakan paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraph yang digunakan untuk mempertahankan pendapat kita mengenai tema yang diperdebatkan. Semakin kuat argument kita semakin sulit pula lawan kita untuk melawan/ memberi kalimat sanggahan terhadap argument. Argument yang kita gunakan harus sesuai dan masih berkaitan dengan tema debat.
3. jangan gunakan kalimat pengandaian
Hindari penggunaan kata andaikan, jika, bila, andaikata, seandainya, dll. Kata-kata seperti itu akan melemahkan argumentasi kita sehingga akan mengurangi nilai.
4. Pandangan mata tertuju pada dewan juri
pada saat menyampaikan argumentasi usahakan pandangan mata tertuju pada dewan juri karena kita harus meyakinkan argumen kita kepada dewan juri, dengan cara seperti ini dewan juri akan lebih menghargai argument kita daripada tidak sama sekali.
5. jangan terlalu banyak interupsi
Interupsi adalah menyela / memotong pembicaraan lawan pada saat menyampaikan argumentasi. Lawan bisa menerima atau menolak interupsi yang kita ajukan. Interupsi cukup diajukan ketika lawan melakukan kesalahan berpendapat dalam menyampaikan argument. 6. Body language
Bahasa tubuh bisa menambah keyakinan dewan juri terhadap argument yang kita sampaikan daripada kita terdiam kaku saat menyampaikan argument.
7. Penonton / pendukung ( supporter )
Semisal dalam aturan lomba debat pendamping ( guru, teman peserta ) diperbolehkan masuk dalam ruangan debat, penonton juga dapat menjadi pembongkar kesalahan lawan. Misal lawan secara tidak sengaja mengatakan udah yang seharusnya sudah, penonton seolah-olah saling berbicara mengenai kesalahan lawan tersebut., agar dewan juri mengetahuinya. Tetapi pada saat berbicara jangan terlalu keras karena akan mengganggu proses debat.
Kiat debat cara Asian Parlimentery
1. Jangan terlihat gugup maupun grogi
Hal ini sangat penting, mengingat ketika anda mulai gugup maka sesungguhnya secara tidak sadar, anda telah membuat lawan anda menjadi di atas angin dan posisi anda menjadi tertekan. Hal ini berlaku sebaliknya juga, ketika anda terlihat sangat rileks, maka anda telah menaruh tekanan pada lawan anda. Hal ini berlaku untuk sebelum maupun pada saat debat berlangsung. Apalagi pada saat berdebat,  ketika dalam posisi yang terdesak sekalipun, tetap pasang tampang PD dan yakin. Sehingga walaupun argumen kita masih kurang baik dibandingkan lawan, namun kita masih dapat mempengaruhi juri untuk mempercayai argumen kita.
2. Menatap ke juri, bukan ke lawan
Hal ini sangat penting, karena kebanyakan debater selalu memandang ke lawan. Padahal lawan anda tidak dapat membuat anda menang, mereka justru akan mengalahkan anda. Pandanglah ke juri, mereka yang memberi penilaian untuk anda. Persuasikan argumen anda untuk juri dan bukan untuk lawan anda.
3. Penentuan posisi tim
Dalam asian parlimentery digunakan 3 orang pembicara (1st, 2nd, 3rd), dimana ketiganya mempunyai peran yang vital namun berbeda satu dengan yang lainnya. Saran saya berdasarkan pengalaman, orang yang paling berpengalaman (paling hebat) di dalam tim, lebih baik ditaruh di 2nd speaker. Karena dalam posisi ini, seorang debater dapat melakukan argumen baru sekaligus mematahkan argumen lawan/rebattle (hal ini khususnya untuk tim pro). Kemudian anggota yang terlemah biasanya akan ditaruh di 3rd speaker, karena 3rd speaker hanya bertugas untuk merebattle atau mematahkan statement lawan saja dan ia tidak dapat dijadikan reply speech. Untuk mengetahui siapa yang hebat atau kurang, hanya bisa diketahui ketika kita berlatih. Biasanya yang lebih agresif dapat dijadikan 1st atau 2nd speaker.
4. Pergunakan waktu sebaik mungkin
Banyak sekali saya jumpai di dalam kompetisi debat, seorang deater tidak mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Biasanya waktu yang diberikan untuk setiap orang adalah 3-4 menit dan biasanya pantia akan memberikan ketukan untuk tiap-tiap menitnya. Otomatis, jika kita menggunakan waktu 4 menit, kita baru akan menyimpulkan argumen kita setidaknya setelah waktu menunjukkan tinggal 1 menit lagi. Jangan sampai kita berhenti di 3 menit kurang, karena hal itu sesungguhnya menunjukkan bahwa kita tidak siap untuk berdebat. Cara mengulur-ulur waktu bisa dengan memperlambat tempo maupun mengulang argumen dari pembicara sebelumnya untuk menguatkan argumen kita.
5. Jangan emosi
Penting sekali! Debat bukanlah adu otot leher. Tidak perlu sampai berlebihan dalam memberikan statement. Justru ketika kita emosi, disitulah letak titik kelemahan kita. Kita tahu sendirikan, kalau orang emosi biasanya sudah tidak dpat dikontrol akan apa yang ingin disampaikan. Inlah terget empuk saya sebenarnya, karena pasti ketika kita menghadapi orang yang emosi, maka akan banyak keslahan yang akan dibuatnya. So stay cool…. Pernah liat Obama dan Mc Cain berdebat?? Keren banget, tanpa emosi yang berlebihan sedikitpun…
6. Berlatih, berlatih, dan berlatih
Tidak ada cara lain untuk mencapai kesuksesan kalau tidak mau berlatih, sama seperti judul blog saya ini. Karena dengan anda berlatih, maka sesungguhnya anda telah mengasah bakat anda dan anda telah melatih kekompakkan di dalam tim anda. Ini sangat penting, karena debat merupakan sebuah tim dan apabila kita  tidak mengenal karakter satu sama lain, maka sesungguhnya lawan telah siap menghancurkan anda. Jika kita sering berlatih, maka ketika kita berhadapan dengan lawan yang tidak sering berlatih, maka akan sangat terlihat jelas hal itu dan sesungguhnya kemenangan sudah ada di satu kaki anda.
7. Berdoa & rendah hati
Tak ada kuasa lain selain doa. Anda bisa sepintar apapun dan sejago apapun, tapi ketika anda lupa dengan Tuhan, maka kehebatan anda tidak akan artinya. Kalau saya boleh jujur, seringkali dulu saya sombong dan menganggap kemengan itu akan sangat mudah saya peroleh, namun yang saya dapat adalah NOL besar! Sangat menyakitkan, maka daripada itu, jangan lupa berdoa dan tetap rendah hati. Kalai kita bisa, itu semua karena Anugerah-Nya.
Beberapa cara untuk memenangkan perdebatan
1. Lembut dan solid
Dalam sebuah perdebatan Anda tidak perlu sampai meninggikan suara.  Anda harus dalam keadaan tenang terus-menerus.  Semakin nyaring suara Anda, lawan Anda akan lebih nyaring lagi – dan akhirnya hanya terjadi pertandingan berteriak.  Dan tentu saja, Anda tidak ingin terjadi kekerasan setelah itu. Anda dapat mencoba untuk berbicara lebih tenang dibanding biasanya, agar Anda bisa menggambarkan dengan lebih jelas bagaimana lawan-lawan debat Anda, dan juga akan memberikan gambaran kepada lawan bahwa Anda seorang yang bijaksana.  Sebuah debat tidak dimenangkan oleh orang bersuara paling nyaring, tetapi perdebatan dimenangkan oleh orang yang mampu memaksakan argumen-argumennya untuk diterima.
2. Tempatkan lawan di sisi kita
Ini merupakan cara yang baik untuk memposisikan lawan sebagai partner bukan musuh. Suasana permusuhan akan tercipta dengan mudah apabila lawan berada di seberang kita, sedangkan jika dia berada di samping kita secara psikologis dia akan mudah untuk memberikan persetujuan.  Ini adalah posisi yang kuat dalam perdebatan.
Anda bahkan tidak perlu menggunakan sebuah fakta untuk mendapatkan persetujuannya, sebagai contoh, Anda hanya perlu berkata “Saya yakin Anda menyetujui pendapat saya ini bahwa …”.  Secepat lawanmu setuju setelah – biasanya ditandai dengan tidak bisa memberikan sanggahan yang berarti, Anda sudah memenangkan sebuah pertempuran psikologis (psy battle).  Anda bukan lagi lawan baginya, tetapi sebagai teman.  Teknik efektif ini telah digunakan oleh para salesman yang pandai.
3. Jangan menyerang
Bukan cara yang baik apabila Anda dengan ribut mengatakan kepada lawan bahwa ia salah – sebagai gantinya anda harus menunjukkan bahwa dia salah dengan menggunakan sanggahan-sanggahan yang baik.  Menyebut bahwa lawan Anda salah hanya membuat lawan tertekan sehingga semakin menolak argumen kita.  Itu merupakan sebuah komentar yang subjektif.  Sederhanalah dalam berdebat dan tunjukan keinginan baik Anda. Sikap itu tidak hanya akan membuat Anda kelihatan baik jika anda menang, tapi akan menunjukkan bahwa Anda adalah lawan yang pantas sekali pun Anda kalah.
4. Janganlah menjadi tidak fair
Jangan pernah saling mengejek – usahakan sekali pun lawan Anda melakukan terlebih dulu.  Yang harus serang adalah argumentasinya, bukan orangnya.  Semakin cepat Anda mulai mengkritik lawan Anda, hal itu akan menjadi bukti bahwa Anda sudah kehabisan jalan untuk mempertahankan pendapat Anda. Berbagai macam hinaan dan sindiran adalah jalan yang pasti menuju kekalahan dalam sebuah perdebatan.  Jika lawan Anda sudah mulai kehilangan kendali dan mulai keluar dari alur debat berarti Anda sudah dekat dengan kemenangan.
5. Tunjukkan hal-hal yang mendasar
Ketika adu argumentasi, kedua belah pihak perlu untuk bersepakat untuk memulai debat dengan membahas kebenaran-kebenaran dasar – jika tidak, debat tidak bisa berlangsung dengan baik, karena arah perdebatan menjadi tidak menentu.  Sebagai contoh adalah perdebatan bertema agama. Peserta debat harus sama-sama mengakui bahwa Tuhan itu ada, kalau tidak perdebatan tidak bisa dilanjutkan, karena akan memperbanyak poin-poin perdebatan. Semakin kecil ruang lingkup perdebatan, semakin mudah diikuti oleh audiens dan semakin singkat waktu dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan.
6. Kembali ke Pokok Materi
Ketika lawan Anda mulai kehabisan argumen, dia akan berusaha beralih ke topik yang lain – dengan demikian dia berharap Anda terpancing untuk lari dari topik sebelumnya dan membahas hal baru yang mungkin akan mengacaukan Anda.  Ketika ini terjadi, jangan teperdaya, segera kembali ke topik yang asli dengan segera.  Jangan memberi kesempatan kepada lawan Anda untuk lari ke topik-topik yang lain (tak peduli bagaimana pun usahanya untuk mencoba) sampai Anda memenangkan topik itu.
7. Ajukan pertanyaan-pertanyaan
Ini disebut “metoda sokratik”.  Ketika lawan mengemukakan sebuah “fakta”– periksa lebih dalam fakta tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengungkapkan kekurangan-kekurangannya. Biasanya digunakan  pertanyaan-pertanyaan seperti: “Dapatkah Anda memberi saya satu contoh?”, “Cara lain untuk melihat hal itu adalah …,apakah cara ini masuk akal menurut Anda?”. Pertanyaan-pertanyaan ini akan semakin menuntun lawan Anda kepada kebenarannya – dan jika mereka jujur, mereka akan menyetujuinya.  Sayangnya dalam banyak debat yang sering terjadi adalah respon kemarahan karena lawan Anda menganggap Anda sedang “berusaha bermuslihat” kepadanya.  Tapi jangan khawatir karena hal itu pertanda kemenangan Anda sudah dekat.
8. Tenanglah
Setelah membuat sebuah argumentasi yang kuat, biarkan lawanmu berbicara banyak – terutama jika dia sudah kekurangan fakta-fakta untuk menentang Anda.  Ia akan mencerca dengan meraba-raba – memberi Anda berbagai senjata baru untuk menyerang dia.  Dia barangkali tidak rela kalah dalam waktu singkat dan ingin menggiring Anda menjauh dari tema debat – sebenarnya sebuah kemenangan mutlak untuk Anda.  Banyak sebuah debat dapat dimenangkan oleh orang yang tidak membantah sama sekali!  Dari satu sisi, ini adalah sebuah metoda yang sempurna untuk berada pada jalur Anda sendiri – ajukan permintaan Anda dan seketika itu biarkan semua menjadi senyap.  Hal ini biasanya membuat lawan menjadi sangat gelisah (karena tidak ada seorang pun menyukai keheningan) dan lawan akan dipaksa untuk keluar dari satu situasi yang menggelisahkannya itu.
9. Kenalilah fakta-fakta yang Anda ajukan
Jangan mengatakan bahwa sesuatu itu “benar” kecuali jika Anda benar-benar mengetahuinya – itu disiapkan untuk membuktikannya jika perlu.  Anda akan mudah diserang kalau argumentasi Anda mengambang.  Anda tidak usah berdebat kalau Anda tidak bisa mengajukan fakta-fakta dan menguasai keseluruhan informasinya. Apabila lawan Anda ternyata lebih mengetahui kebenarannya, Anda akan “dibantainya”.
10. Ketahuilah di saat Anda mendapatkan pukulan
Jika anda mempunyai semua fakta untuk kembali atas anda, anda harus bisa memenangkan argumentasi Anda jika lawan Anda jujur.  Tetapi ada kalanya lawan menjadi lebih baik dari Anda dan mereka berhasil menyudutkan Anda.  Apabila itu harus terjadi, jadilah seorang jentelmen dan berikan kemenangan kepadanya.  Anda harus selalu tampak lembut dalam kekalahan.  Tidak ada hal yang lebih buruk dalam perdebatan dibanding seseorang yang membantah hanya untuk mengacaukan dan tidak mau mengaku kalah. Jadilah seorang ksatria yang mau mengakui kekalahan Anda, karena di mata audiens Anda adalah pemenang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar